Akhirnya Naya Bisa Naik Sepeda

Posted by adeska | 5:24 AM |

Salam Stop Dreaming Start Action, berjumpa lagi dalam posting Akhirnya Naya Bisa Naik Sepeda ini.

Setelah hampir satu tahun mengendarai sepeda mini roda empat (dua roda besar, dua roda kecil yang mengapit roda belakang), akhirnya Naya bisa naik sepeda mininya tanpa bantuan congkok (dua roda kecil tadi). Kemajuan yang menurut saya cukup signifikan jika dibandingkan dengan saya yang baru bisa naik sepeda saat kelas 3 SD. Apakah ada semangat Stop Dreaming Start Action di balik ini semua. Saya pikir memang ada, dan nuansa yang saya tangkap memang demikian adanya. Sekali lagi, Stop Dreaming Start Action juga berada di balik ini semua.

Anak kecil adalah insan yang luar biasa. Mereka berani bermimpi, dan menggapai impiannya itu dengan upaya yang terus-menerus dan jauh dari rasa takut gagal. Perhatikan saja bayi yang baru belajar berjalan. Meski jatuh berulang kali ke lantai, ia langsung bangkit kembali dan melangkah tertatih-tatih selangkah demi selangkah. Jatuh lagi, bangun lagi. Demikian seterusnya. Motivasi mereka terlihat sederhana, yaitu mampu untuk berdiri dan melangkah, meski sering terjatuh dan terbentur-bentur. Itu semua bukan halangan baginya, karena mereka punya mimpi yang ingin diraih. Impian yang ingin diwujudkan, melalui upaya Stop Dreaming Start Action; Beyond Dreaming Into Action & Reality.

Kembali ke impian Naya.
Baru kemarin sore Naya meminta saya untuk melepas congkok dari roda belakang sepeda mininya. "Kaki saya sudah sampai menapak, abah", tutur Naya melalui mulut mungilnya itu. Antara yakin dan tidak, percaya atau tidak, dan sedikit rasa khawatir lutut Naya yang bisa tambah bonyok karena jatuh dari sepeda, keinginan Naya saya turuti juga. Saya lolosi congkoknya, sehingga tinggal sepeda mini beroda dua.

Dan tadi sore Siska isteri saya, mengirim sms....

"Yang, alhamdulillah anakmu dah bs naek sepeda sendiri tanpa jatuh2 lagi. *barusan dpamerin :) *"
What!, baru kemarin sore dilepas, sore ini Naya sudah bisa naik sepeda mininya. Dengan bangga dan bahagia.

Sebagai orang tua, saya pribadi turut bangga dan bahagia jua. Naya sudah mengikuti impiannya untuk bisa naik sepeda mini tanpa congkoknya. Apakah ini pengejawantahan dari Stop Dreaming Start Action, saya kira demikian adanya. Stop dreaming start action berdasarkan perspektif pemikiran seorang balita. Melalui sudut pandangnya Naya kecil.

Ah....Abah terpacu untuk kembali berani bermimpi, dan mengikuti mimpi-mimpi dengan tindakan nyata. Agar terwujud. Supaya mewujud. Dengan keberanian anak-anak yang tidak takut dengan kegagalan, yang justru semakin terpacu dan tertantang mengeluarkan potensi diri terbaik dalam menyikapi segala tantangan dan hambatan. Salam Stop Dreaming Start Action!

Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit RSS